Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Semangat kemerdekaan berhembus kencang di Distrik Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni. Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, pemerintah distrik menggelar rangkaian lomba yang merangkul dari anak-anak hingga orang dewasa, Senin (11/8/2025).
Lapangan dan halaman kampung berubah menjadi panggung kebersamaan. Tawa anak-anak TK terdengar riang saat berlomba menempel gambar, sementara adik-adik KB sibuk menyusun angka dengan mata berbinar. Di sudut lain, meja cerdas cermat dipenuhi sorak dukungan mulai dari SD hingga SMA menjadi ajang mengasah otak, menguji kecepatan berpikir, dan melatih keberanian berbicara di depan umum.
Di arena olahraga, bola voli melayang di udara, futsal menguji kecepatan kaki, dan takraw memamerkan kelincahan pemainnya. Sementara di sisi lain, gaplek dan ludo menghadirkan suasana santai namun penuh strategi, mengingatkan pada permainan yang sejak lama hidup di tengah masyarakat.
Panggung seni pun tak kalah ramai. Suara lantang dari pidato, lantunan puisi yang menggetarkan hati, dentingan musik karaoke, hingga hentakan ceria yospan panggung, semuanya merangkai warna-warni kemerdekaan. Ada pula lomba membuat mahkota, senam kreasi yang mengguncang riuh penonton, dan lomba kebersihan antar kampung sebagai pesan bahwa kemerdekaan juga berarti merawat tanah air agar tetap bersih dan asri.
Kepala Distrik Tomu, Syamsul Inay, dalam kesempatannya mengatakan bahwa setiap lomba memiliki makna lebih dalam dari sekadar mencari pemenang.
“Kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi dihidupkan. Setiap perlombaan ini mengajarkan nilai persatuan, sportivitas, keberanian, dan tanggung jawab nilai yang diwariskan para pejuang bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, kemerdekaan sejati adalah saat masyarakat bisa saling merangkul, saling menguatkan, dan bergerak bersama untuk kemajuan bersama.
“Bebas dari penjajahan itu penting, tetapi bebas dari perpecahan, kebodohan, dan kemalasan jauh lebih berarti. Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya,” tutupnya.
HUT RI ke-80 di Distrik Tomu tahun ini bukan sekadar perayaan, ia adalah mozaik kebersamaan, tempat tawa dan peluh bertemu, tempat semangat berkobar, dan tempat persatuan menemukan wujud nyatanya. (Wn).