Pendidikan
Home / Pendidikan / Dari Bangku Sekolah ke Kursi DPRK: Yasman Yasir Kembali Menyapa Masa Lalu

Dari Bangku Sekolah ke Kursi DPRK: Yasman Yasir Kembali Menyapa Masa Lalu

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Ada yang berbeda di halaman SD Negeri 1 Bintuni, Rabu (08/04/2026). Hari itu, langkah seorang pejabat daerah seolah kembali menjadi langkah seperti seorang siswa yang pernah menapaki lorong-lorong sekolah yang sama puluhan tahun silam.

Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni, Yasman Yasir, hadir bukan sekadar sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai bagian dari sejarah hidup sekolah tersebut. Sekitar 35 tahun lalu, di tempat itulah ia belajar, dan menanam mimpi.

Kedatangannya disambut hangat oleh Kepala Satuan Pendidikan SD Negeri 1 Bintuni, Susan Sahertian, S.Pd., Gr., bersama jajaran guru. Sekolah yang terletak di Jalan Panti Asuhan itu pun seakan menjadi ruang waktu yang mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam satu bingkai yang penuh makna.

Di tengah suasana haru, Yasman Yasir  menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan fasilitas pendidikan, khususnya bagi sekolah yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Bintuni.

“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang pendidikan di daerah ini. Sudah sepatutnya kita jaga dan kembangkan bersama,” ucapnya dengan nada penuh kehangatan.

Kadis Dikpora Teluk Bintuni Buka TKA SD dan SMP 2026, Diikuti 125 Sekolah

Langkahnya kemudian menyusuri setiap sudut sekolah, menatap bangunan-bangunan lama yang masih berdiri kokoh. Di antara semuanya, sebuah lonceng tua yang masih digunakan hingga kini seolah menjadi saksi bisu perjalanan waktu menggema dari masa ke masa, mengiringi generasi demi generasi.

Momen nostalgia itu semakin terasa ketika Yasman Yasir bertemu dengan seorang sahabat lamanya, yang kini mengabdikan diri sebagai guru agama di sekolah tersebut. Pertemuan itu bukan sekadar perjumpaan, melainkan pengikat kenangan yang tak lekang oleh waktu.

Kunjungan ini bukan hanya perjalanan pulang bagi Yasman Yasir, tetapi juga simbol kepedulian terhadap dunia pendidikan. Dari ruang kelas sederhana yang pernah ia tempati, kini tumbuh harapan baru bahwa masa depan anak-anak Bintuni akan terus disinari oleh perhatian dan komitmen bersama. (Wn).

Comment

Leave a Reply