Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Guna mendorong konektivitas antar daerah, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, membuka secara resmi kegiatan Konsultasi Publik I penyusunan dokumen Rencana Induk (Master Plan) Bandara Manimeri, yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tim ahli dari Universitas Hasanuddin yang dipimpin Prof. Ir. Sakti Adji Adisasmitra bersama Dr. Ir. Lucky Carles. Turut hadir pula Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Laras Nuryani, Kepala Dinas Perhubungan Viktor E. Ririhena, Kepala Dinas Sosial drg. Ferdinand Mangalik, serta unsur DPRK dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Teluk Bintuni.
Kepala Dinas Perhubungan Viktor E. Ririhena dalam laporannya menyampaikan bahwa konsultasi publik ini merupakan tahap awal dalam penyusunan master plan Bandara Manimeri. Forum ini bertujuan untuk menjaring masukan dan aspirasi dari berbagai pihak guna menghasilkan perencanaan yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.
“Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, DPRK, hingga akademisi dan masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang transportasi dan pengembangan wilayah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Joko Lingara menegaskan bahwa konsultasi publik menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan infrastruktur, khususnya sektor transportasi udara di Teluk Bintuni.
Menurutnya, forum ini tidak hanya sekadar ajang diskusi, tetapi juga wadah strategis untuk menyatukan gagasan dan kepentingan para pemangku kepentingan agar dokumen perencanaan yang dihasilkan benar-benar komprehensif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Penyusunan master plan ini harus mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan daerah, sehingga ke depan Bandara Manimeri dapat berfungsi optimal sebagai penunjang konektivitas wilayah,” ujar Joko.
Ia menambahkan, pembangunan Bandara Manimeri sejalan dengan visi pembangunan daerah yang dirumuskan dalam konsep SERASI (Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif).
Menurut Joko, keberadaan bandara yang representatif akan memberikan dampak signifikan bagi daerah, mulai dari membuka aksesibilitas, menarik investasi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pelayanan publik.
“Teluk Bintuni memiliki potensi besar, namun membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam pembangunan daerah. Joko berharap forum konsultasi publik ini mampu melahirkan kesepahaman dan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan Bandara Manimeri.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang matang, terukur, dan berkelanjutan, sehingga pembangunan Bandara Manimeri ke depan dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Teluk Bintuni. (Wn).







Comment