Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 1806/Teluk Bintuni terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan panen padi sawah di kompleks Makodim 1806/TB, Rabu (7/1/2026).
Panen padi ini menjadi bagian dari implementasi program pertanian terpadu (integrated farming) yang dikembangkan Kodim 1806/TB sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan lahan terbatas di wilayah Teluk Bintuni. Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga sebagai contoh pengelolaan lahan produktif bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan personel Kodim 1806/TB, di antaranya Plt. Kasdim 1806/TB Kapten CBA S.M. Womsiwor, SH, Pasiter Kapten Inf. Nurhan, Pasandi Lettu Inf. Y. Mantong, Pasintel Kapten CTP Salvator Y. Teniwut, serta anggota Kodim lainnya. Kehadiran para perwira ini mencerminkan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ketahanan pangan satuan.
Pasiter Kodim 1806/TB Kapten Inf. Nurhan menjelaskan, panen padi tersebut merupakan bagian dari konsep integrated farming yang mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan secara berkelanjutan. Menurutnya, program ini menjadi strategi Kodim dalam memaksimalkan potensi lahan yang ada meski berada di lingkungan perkantoran militer.
“Di sektor pertanian kami menanam padi sawah dan semangka. Sementara untuk perkebunan, terdapat tanaman mangga, matoa, durian, jambu, hingga kelapa. Semua dikelola secara terpadu agar lahan dapat memberikan hasil optimal,” ujar Kapten Nurhan.
Selain itu, Kodim 1806/TB juga mengembangkan sektor peternakan dengan membudidayakan kambing, ayam, ikan, dan sapi. Integrasi ketiga sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan sistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.
Kapten Nurhan menambahkan, idealnya setiap Kodim memiliki lahan sekitar lima hektar untuk mendukung program ketahanan pangan. Namun, keterbatasan lahan di Teluk Bintuni membuat pihaknya memanfaatkan area yang tersedia di dalam kompleks Makodim sebagai solusi alternatif.
Melalui kegiatan panen padi ini, Kodim 1806/TB berharap program integrated farming dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat jangka panjang. Selain membantu kebutuhan satuan, program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar dalam mengelola lahan secara produktif serta memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Wn).




Comment