Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya, meresmikan Perpustakaan Mini milik MUI Kabupaten Teluk Bintuni dalam kunjungannya ke kantor MUI Teluk Bintuni, Sabtu (28/2/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja MUI Provinsi Papua Barat di Teluk Bintuni sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi keislaman di daerah.
Ketua MUI Teluk Bintuni, Ustad Rahman Urbun, dalam sambutannya menjelaskan bahwa perpustakaan mini tersebut merupakan cikal bakal pusat literasi Islam yang diinisiasi oleh pengurus MUI setempat. Saat ini, perpustakaan telah menyiapkan sedikitnya 60 judul buku serta sejumlah kitab rujukan penting.
“Kami menyiapkan berbagai referensi keislaman seperti kitab-kitab hadis, Asbabun Nuzul, kaidah fiqih Islam, Sirah Nabawiyah, hingga bacaan majalah Hidayatullah. Harapannya, ini menjadi sumber rujukan bagi pengurus, dai, pelajar, dan masyarakat umum,” ujar Rahman.
Sementara itu, Ketua MUI Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif MUI Teluk Bintuni dalam menghadirkan ruang literasi keagamaan di kantor MUI.
Ia mengajak seluruh pengurus MUI di daerah serta generasi muda Islam untuk memanfaatkan keberadaan perpustakaan mini tersebut sebagai sarana menambah khazanah pengetahuan.
“Dengan membaca buku, selain menambah wawasan, juga akan melahirkan penulis-penulis handal dengan gaya dan karakteristik keilmuan yang mampu mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan budaya literasi menjadi salah satu kunci dalam membangun kualitas umat, terutama di tengah tantangan era digital yang menuntut umat Islam untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual dan spiritual.
Peresmian Perpustakaan Mini MUI Teluk Bintuni ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan pusat literasi Islam yang lebih representatif di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran MUI sebagai mitra pemerintah dan umat dalam bidang pembinaan serta pencerahan keagamaan di Kabupaten Teluk Bintuni. (Wn).







Comment