Religi
Home / Religi / Seabad Mengabdi, Klasis GKI Teluk Bintuni Teguhkan Iman Lewat Jalan Santai dan Lomba Tradisional

Seabad Mengabdi, Klasis GKI Teluk Bintuni Teguhkan Iman Lewat Jalan Santai dan Lomba Tradisional

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Semangat kebersamaan dan sukacita mewarnai peringatan satu abad Klasis GKI Teluk Bintuni yang digelar melalui jalan santai dan berbagai lomba, Sabtu (07/02/2026). Perayaan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi perjalanan panjang pelayanan gereja di Tanah Sisar Matiti.

Ratusan peserta dari jemaat GKI se-Kabupaten Teluk Bintuni ambil bagian dalam jalan santai yang dimulai dari depan Gereja GKI Ebenhaezer Kampung Argosigemerai SP 5 dan berakhir di Kantor Klasis GKI Teluk Bintuni. Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Sekretaris Klasis Teluk Bintuni, Pdt. Yohanis Lanta, S.Si.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Klasis Teluk Bintuni Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., MM, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni Markus Marlen Iba, ST., MT, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Ny. Jane Fimbay, Kepala BPBD Kabupaten Teluk Bintuni Benino Tiri, Ketua Panitia Ikaros Dimara, serta para tokoh dan warga jemaat.

Ketua Panitia, Ikaros Dimara, mengatakan rangkaian kegiatan satu abad tidak hanya diisi dengan jalan santai, tetapi juga lomba memasak Papeda dan Ikan Kuah Kuning yang diikuti 15 tim Persekutuan Kaum Bapak (PKB) dan 17 tim Persekutuan Wanita (PW). Selain itu, lomba merangkai bunga liturgis atau bunga hidup diikuti 17 tim dari berbagai jemaat.

“Perayaan ini bukan hanya tentang usia, tetapi tentang bagaimana gereja terus bertumbuh, berakar, dan memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Jejak Pelita Iman Hingga Lahirnya Resort Babo–Bintuni: Cikal Bakal GKI Teluk Bintuni

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan sejarah singkat berdirinya Klasis GKI Teluk Bintuni yang bermula dari pergumulan iman para tokoh awal di Negeri Sisar Matiti. Di tengah kuatnya pengaruh adat dan kepercayaan lama, Souwona Silas Kawab bersama Marthen Kuryaido Kambunandiwan menjalin komunikasi dengan para zendeling untuk menghadirkan pengajaran Injil di kampung Yakati dan Ido’or.

Perjalanan pekabaran Injil semakin nyata pada 10–11 Oktober 1910, saat guru Andreas de Fretes ditempatkan di Yakati dan Piter Lewakabessy di Ido’or. Pelayanan kemudian berkembang melalui para zendeling seperti Jan Adrian van Balen, Starrenburg, Van Muylwijk, D.C.A. Bout, hingga J. Wetstein yang melayani wilayah Bintuni, Babo, Fakfak, Kaimana, Inanwatan, dan sekitarnya.

Dukungan pelayanan semakin kuat dengan hadirnya kapal Jong Holland I pada November 1916 yang melayani wilayah Barat Tanah Nieuw Guinea. Tonggak penting berikutnya terjadi dalam Konferensi Zending ke-26 di Bukit Aitumieri, Teluk Wondama, pada 10 Februari 1926, ketika Resort Babo Bintuni resmi ditetapkan sebagai salah satu resort pelayanan dengan Pdt. Johannes Eygendaal sebagai ketua resort pertama.

Memasuki usia satu abad, Klasis GKI Teluk Bintuni meneguhkan komitmen untuk terus hadir melayani umat dan masyarakat. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa gereja bertumbuh bukan hanya karena sejarah, tetapi karena kesetiaan iman yang terus dijaga dari generasi ke generasi. (Wn).

Semarak 100 Tahun GKI Teluk Bintuni, Lomba Papeda dan Bunga Liturgis Angkat Nilai Iman dan Budaya

Comment

Leave a Reply