Kesehatan Pendidikan
Home / Pendidikan / Tanam 1.912 Pohon di UNIMUTU, Manfaat Matoa untuk Lingkungan dan Kesehatan

Tanam 1.912 Pohon di UNIMUTU, Manfaat Matoa untuk Lingkungan dan Kesehatan

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Papua Barat menggelar gerakan penanaman 1.912 pohon dalam rangka kampanye “Muhammadiyah Menyelamatkan Bumi”, Sabtu (28/2) kemarin. Kegiatan yang dipusatkan di Kampus Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) itu mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Gerakan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam melalui penanaman pohon produktif, salah satunya pohon matoa.

Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman khas Papua yang memiliki banyak manfaat. Dari sisi lingkungan, pohon matoa berperan penting dalam menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Akar pohon matoa yang kuat juga mampu mencegah erosi dan menjaga struktur tanah, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Papua Barat. Minggu (1/2/2026).

Selain itu, pohon matoa memiliki tajuk yang rindang sehingga dapat menjadi peneduh alami dan membantu menurunkan suhu udara di sekitarnya. Penanaman pohon secara masif dinilai sebagai langkah konkret dalam mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus memperindah kawasan kampus dan lingkungan permukiman.

Tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, buah matoa juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Buah yang memiliki rasa manis menyerupai perpaduan kelengkeng dan rambutan ini mengandung vitamin C, vitamin E, serta antioksidan yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antioksidan dalam buah matoa dipercaya membantu menangkal radikal bebas dan menjaga kesehatan kulit.

Sebanyak 63 Siswa UPTD SDN Pataonan 2 Ikuti Pembinaan Keislaman

Secara ekonomi, matoa juga memiliki potensi sebagai komoditas unggulan lokal. Buahnya dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai produk seperti jus, sirup, hingga dodol. Pengembangan budidaya matoa dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sekertaris PWM Muhammadiyah Papua Barat, Syamsul Inay melalui gerakan ini berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menanam dan merawat pohon semakin meningkat. Penanaman 1.912 pohon tersebut juga menjadi simbol semangat berkelanjutan dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Melalui aksi nyata ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara bijak dan berkelanjutan. (Wn).

Comment

Leave a Reply