Pendidikan
Home / Pendidikan / Disdikbudpora Teluk Bintuni Terbaik se-Papua Barat dalam Pelaporan Dapodik 2025

Disdikbudpora Teluk Bintuni Terbaik se-Papua Barat dalam Pelaporan Dapodik 2025

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni berhasil meraih peringkat pertama pelaporan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) se-Papua Barat pada proses penarikan data semester ganjil tahun 2025. Capaian tersebut diumumkan pada Selasa (23/12/2025).

Operator Disdikbudpora Teluk Bintuni, Sudirjo, SH, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 288 satuan pendidikan di Teluk Bintuni yang terdaftar dalam sistem Dapodik. Rinciannya meliputi 18 SMA, 1 SMK, 37 SMP, 88 SD, 9 SKB dan PKBM, 88 TK, serta 46 PAUD atau Kelompok Bermain.

Pada proses penarikan data per 31 Agustus 2025, sebanyak 248 sekolah telah melakukan sinkronisasi Dapodik, sementara 40 sekolah belum menyinkronkan data. Kondisi tersebut dinilai berisiko, karena sekolah yang tidak melakukan sinkronisasi berpotensi tidak menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2026.

Menurut Sudirjo, kendala utama sinkronisasi berasal dari permasalahan data satuan pendidikan, seperti status sekolah, kepemilikan tanah dan bangunan, serta data sarana dan prasarana. Selain itu, masih banyak peserta didik yang belum memiliki akta kelahiran maupun belum terdaftar dalam Kartu Keluarga, sehingga menyulitkan proses validasi data.

Masalah juga ditemukan pada data pendidik dan tenaga kependidikan. Terdapat guru yang belum terinput dalam sistem, maupun guru yang sudah terdaftar namun berstatus tidak aktif. Hal ini umumnya disebabkan oleh status honorer, belum terpenuhinya kualifikasi pendidikan Strata Satu (S1), belum jelasnya pembagian tugas mengajar, serta keterbatasan pembiayaan honor operator sekolah.

Siapkan Mutu Pendidikan Disdikpora Bintuni Gelar Sosialisasi TKA Tahun 2026

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Admin Disdikbudpora melakukan pendampingan langsung ke sekolah-sekolah dengan metode door to door. Pendekatan ini dilakukan secara persuasif, dengan pendampingan dari operator ke operator guna memastikan proses input dan validasi data berjalan optimal.

Hasil verifikasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menunjukkan terdapat 5.772 data peserta didik berstatus residu. Setelah dilakukan perbaikan dan pembaruan data lintas instansi, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 3.908 siswa, dengan 1.864 data dinyatakan valid.

Sementara itu, pada data pendidik ditemukan 132 guru bermasalah pada validasi NIK, di mana 32 guru telah dinyatakan valid dan 100 lainnya masih dalam proses perbaikan. Integrasi data dengan Disdukcapil disebut menjadi kunci utama dalam penyelesaian masalah tersebut.

Disdikbudpora Teluk Bintuni juga melakukan pembenahan data satuan pendidikan, termasuk perubahan status sekolah Inpres dan sekolah perintis menjadi sekolah negeri, serta penataan data ASN pendidikan yang terintegrasi dengan BKN dan BKD. Ke depan, kerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Bagian Portal akan diperkuat untuk menyatukan perbedaan data, termasuk perbedaan penamaan satuan pendidikan.

“Pada tahun ini kami fokus membangun satu data pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor. Untuk tahun 2026, target kami adalah menyelesaikan validasi 3.098 data peserta didik dan 100 data pendidik yang masih bermasalah,” ujar Sudirjo.

172 Siswa SMK Negeri 1 Bintuni Ikuti UKK, Asesor BNSP Hadir Pastikan Standar Nasional

Dengan capaian sebagai peringkat pertama pelaporan Dapodik se-Papua Barat, Disdikbudpora Teluk Bintuni berharap data pendidikan semakin akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan yang kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah. (Wn).

Comment

Leave a Reply