Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, secara resmi melantik 5 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Pelantikan digelar di Gedung Sasana Karya Komplek Perkantoran SP 3 Distrik Manimeri, Jumat (17/4/2026). Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kelima pejabat yang dilantik dan mengambil sumpah/janji jabatan pada kesempatan tersebut adalah:
1. Andarias Tomi Tulak sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Infrastruktur
2. Yanpit Bandi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sosial dan Keagamaan Kemasyarakatan
3. Raham Jamtel sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pendapatan dan Keuangan Daerah
4. Victor E Ririhena sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pengawasan
5. Jacomina Jane Mahdalena Fimbay sebagai Asisten Administrasi Umum
Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menekankan bahwa pengisian jabatan strategis ini harus berlandaskan pada prinsip sistem merit, profesionalisme, dan akuntabilitas. Pelantikan ini merupakan bagian dari manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, guna memastikan penempatan orang yang tepat di posisi yang tepat.
“Pelantikan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam melaksanakan reformasi birokrasi. Mekanismenya harus objektif, profesional, dan akuntabel,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, jabatan Pimpinan Tinggi Pratama memiliki kedudukan strategis sebagai penghubung antara kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan teknis di perangkat daerah. Oleh karena itu, proses pengisiannya harus dilakukan secara terencana dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kepada kelima pejabat yang baru dilantik, Bupati berharap mampu mengambil keputusan dan merumuskan kebijakan secara cermat, selaras dengan rencana pembangunan daerah, serta selalu berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni menuntut ASN yang tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga memiliki semangat inovasi, kepekaan sosial, dan kemampuan berpikir strategis,” tegasnya.
Dengan adanya rotasi dan mutasi ini, diharapkan terjadi penyegaran organisasi, peningkatan kinerja, serta percepatan pencapaian target pembangunan. Menghadapi tantangan yang semakin kompleks ke depan, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, responsif, dan visioner.
“Saudara diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan menghadirkan kinerja nyata. Segera beradaptasi dengan tugas baru, bangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil,” tambahnya.
Bupati juga menegaskan agar praktik penyalahgunaan kewenangan dan perilaku yang merugikan masyarakat harus dihapuskan demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. (Wn).







Comment