Daerah
Home / Daerah / Bupati Yohanis Manibuy Pastikan Karhutla Terkendali, Gelontorkan Air Bersih Gratis Bagi Warga Terdampak Kemarau

Bupati Yohanis Manibuy Pastikan Karhutla Terkendali, Gelontorkan Air Bersih Gratis Bagi Warga Terdampak Kemarau

TELUK BINTUNI, IndikatorNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Tofoi, Distrik Sumuri, sekaligus menyalurkan air bersih secara gratis bagi warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang tahun 2026. Hal ini ditegaskan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dalam keterangan pers, Senin (31/8/2026), sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap dua tantangan mendesak sekaligus.

Pemadaman Karhutla Berhasil Dikendalikan
Satuan Tugas (Satgas) khusus penanganan Karhutla yang telah dibentuk pemerintah daerah langsung diterjunkan ke lokasi kebakaran di Kampung Tofoi. Tim bekerja memadamkan titik-titik sumber api secara bertahap hingga dapat dikendalikan.

“Puji syukur, sejak tiba di lapangan, para petugas Satgas langsung bergerak aktif. Mereka melakukan pemadaman di beberapa titik sumber api di Kampung Tofoi. Kerja cepat itu membuahkan hasil,” ujar Bupati.

Berdasarkan laporan rapat koordinasi virtual bersama Komandan Satgas (yang dijabat Sekretaris Daerah), titik-titik kebakaran di Kampung Tofoi telah berhasil dipadamkan dan dikendalikan. Hingga saat ini tim masih melanjutkan pemantauan dan pemadaman di titik berdekatan dengan dermaga Kampung Tofoi. Seluruh petugas dilaporkan dalam keadaan sehat dan bekerja tanpa henti.

Distribusi Air Bersih Gratis Digelar
Menanggapi dampak kekeringan, Bupati telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk mengerahkan armada tangki air bersih ke kampung-kampung terdampak. Penyaluran telah dimulai ke Kampung Bumi Saniari dan Kampung Korano Jaya, Distrik Manimeri, yang paling kesulitan akses air bersih.

Pemulangan Pengungsi Moskona Barat Dilakukan Bertahap, Menunggu Putusan Forkopimda

“Distribusi air bersih ini sepenuhnya gratis, tidak ada pungutan biaya apa pun,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi di Kampung Bumi Saniari. “Air untuk rakyat, di saat sulit seperti ini, harus menjadi hak yang dijamin, bukan beban,” tambahnya.

Himbauan Masyarakat Cegah Karhutla
Bupati juga mengimbau seluruh warga untuk tidak membakar sampah sembarangan dan menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Musim kemarau tahun ini diketahui lebih panjang dan rawan, sehingga satu percikan api dapat memicu kebakaran besar.

“Jika terpaksa menggunakan api di lahan, pastikan benar-benar padam sempurna sebelum meninggalkan lokasi. Yang terbaik adalah lakukan pembukaan lahan tanpa api sama sekali,” pintanya.

Penanganan Karhutla dan kemarau bukan hanya tugas pemerintah dan Satgas, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Wakil Ketua II DPRK, Yasman Yasir Satgas BKO Hadir Beri Dukunganungan Moril, dan Percepat Pemulangan Pengungsi Moskona Didesak

“Dengan disiplin dan kepedulian, kita bisa melewati kemarau panjang ini tanpa kehilangan hutan, tanpa kehilangan rumah, dan tanpa kehilangan harapan,” pungkas Bupati Yohanis Manibuy. (Wn).

 

Comment

Leave a Reply