TELUK BINTUNI, IndikatorNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni akan memulangkan secara bertahap dan berjenjang warga pengungsi Distrik Moskona Barat yang selama ini berada di Kota Bintuni. Keputusan ini diambil sebagai upaya resmi pemulihan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) serta bentuk perlindungan negara terhadap warga terdampak konflik.
Plt. Kepala Badan Kesbangpol Teluk Bintuni, Zawal Halim, menyampaikan Senin (31/8/2026) bahwa seluruh persiapan teknis telah rampung. Tinggal menunggu hasil rapat Forkopimda untuk menetapkan hari dan tanggal keberangkatan para pengungsi kembali ke kampung halaman.
“Semua persiapan peninjauan lokasi sudah kami lakukan. Tahapan terakhir adalah mendata seluruh warga yang siap dipulangkan, sekaligus mendata kebutuhan fasilitas yang akan diperbaiki. Untuk jadwal kepulangan, kami menunggu hasil rapat terakhir Forkopimda,” ujar Zawal.
Berdasarkan pendataan yang sedang diselesaikan, sekitar 250 jiwa warga telah dinyatakan siap dipulangkan. Pemerintah daerah juga menyelesaikan inventarisasi kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum di kampung-kampung pengungsian untuk segera diperbaiki.
Secara teknis, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah bersiap. Transportasi, logistik, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal sementara telah disiapkan untuk menjamin proses pemulangan berjalan aman dan manusiawi.
“Logistik dan kebutuhan lainnya sudah disiapkan oleh Pemda. Kami tinggal menunggu keputusan dari Bapak Bupati melalui rapat Forkopimda untuk segera menggeser warga kembali ke kampung halaman,” jelasnya.
Pemulangan ini tidak hanya sekadar memindahkan warga, tetapi juga memastikan mereka dapat kembali hidup dengan layak dan mendapatkan kembali seluruh hak-haknya di kampung halaman. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan TNI/Polri, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat agar proses berjalan tertib dan aman.
“Pemerintah hadir untuk memastikan saudara-saudara kita dari Moskona Barat dapat kembali dengan aman dan bermartabat. Ini adalah langkah awal pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut,” tutup Zawal.
Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan mendukung penuh proses pemulihan di Moskona Barat serta wilayah sekitarnya.
Diketahui, warga Moskona Barat terpaksa meninggalkan kampung halaman akibat benturan antara aparat penegak hukum dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB/TPNPB). Kondisi serupa juga dirasakan warga Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh. Rapat Forkopimda belum dapat dilaksanakan hingga kini karena padatnya agenda pimpinan daerah, namun koordinasi lintas sektor terus berjalan untuk segera menindaklanjuti keputusan. (Wn).






Comment