Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji asal daerah tersebut. Acara pelepasan digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Distrik Bintuni, Papua Barat, pada Selasa (5/5/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda, di antaranya Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Teluk Bintuni Yakomina Fimbay, Dandim 1806 Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, perwakilan Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Yocky Avianto, serta Kasat Lantas Polres Teluk Bintuni Iptu Yusuf Manilet.
Acara juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Teluk Bintuni Abdul Muin beserta jajaran panitia pelaksana, tokoh agama, dan keluarga dari para jamaah yang diberangkatkan.
Dalam sambutannya, Abdul Muin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Yohanis yang secara konsisten hadir langsung dalam setiap rangkaian pelepasan jamaah haji, meskipun memiliki kesibukan yang padat dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa momen pelepasan ini merupakan tahap akhir dari serangkaian proses panjang yang telah dilalui, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan biaya perjalanan, hingga pembekalan dan pelaksanaan manasik haji.
“Seluruh tahapan persiapan telah dilalui dengan baik, mulai dari pemeriksaan kesehatan oleh tim medis hingga pembekalan teknis maupun spiritual. Hari ini menjadi penutup proses sebelum jamaah kita diberangkatkan menuju Tanah Suci,” ujar Abdul Muin.
Terkait jumlah keberangkatan, Abdul Muin menyampaikan bahwa tahun ini terdapat penurunan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya kuota yang diterima mencapai 37 orang, maka tahun ini hanya 17 jamaah yang dapat diberangkatkan.
Penurunan tersebut, lanjutnya, merupakan dampak dari kebijakan baru yang ditetapkan pemerintah pusat. Kebijakan tersebut memprioritaskan calon jamaah yang memiliki masa tunggu lebih lama secara nasional, sebagai bentuk pemerataan kesempatan bagi seluruh warga Indonesia.
“Rata-rata masa tunggu jamaah kita saat ini sekitar 13 tahun, sementara di beberapa daerah lain ada yang sudah menunggu lebih dari 30 tahun. Kebijakan ini diambil agar kesempatan menunaikan ibadah haji dapat dinikmati secara adil oleh seluruh umat Islam di Indonesia,” jelasnya.
Adapun jadwal perjalanan jamaah haji Teluk Bintuni dimulai hari ini menuju Manokwari. Perjalanan akan dilanjutkan ke Makassar pada 7 Mei 2026, sebelum akhirnya bertolak menuju Mekkah pada 9 Mei 2026.
Sementara itu, Bupati Yohanis Manibuy dalam arahannya menyebutkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah sekaligus panggilan suci yang wajib disyukuri oleh setiap muslim.
Ia menekankan bahwa perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi fisik, mental, maupun keteguhan hati.
“Ibadah haji adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah. Persiapkan diri sebaik mungkin agar setiap amal ibadah diterima oleh-Nya,” tegas Bupati.
Kepada seluruh jamaah, Bupati Yohanis berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memelihara kebersamaan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci.
Lebih dari itu, para jamaah diharapkan mampu menjadi duta yang baik, yang mampu menjaga nama baik Kabupaten Teluk Bintuni di mata dunia.
“Jagalah sikap dan perilaku, saling bantu-membantu, dan jaga nama baik daerah. Bapak dan Ibu sekalian adalah representasi masyarakat Teluk Bintuni yang sedang kita bangun bersama,” pesannya.
Di akhir sambutan, Bupati juga menitipkan doa kepada seluruh jamaah agar tidak lupa mendoakan kemajuan, kedamaian, dan keselamatan Kabupaten Teluk Bintuni. Ia juga mendoakan agar seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat dan menyandang gelar haji yang mabrur.
Dari pantauan di lokasi, acara berlangsung dengan suasana yang khidmat dan penuh haru. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, sebagai permohonan keselamatan dan kelancaran perjalanan menuju Tanah Suci. (Wn).






Comment