Penegakan Disiplin
Home / Penegakan Disiplin / Efisiensi Anggaran, Pemerintah Kampung Banjar Ausoy Terapkan Pembangunan Selektif

Efisiensi Anggaran, Pemerintah Kampung Banjar Ausoy Terapkan Pembangunan Selektif

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Pemerintah Kampung Banjar Ausoy, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, mengonfirmasi adanya penurunan alokasi dana kampung yang cukup signifikan pada tahun anggaran 2026. Kondisi ini dipicu oleh kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat dan daerah, sehingga memaksa pemerintah kampung untuk menyusun strategi pembangunan yang lebih terarah dan selektif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kampung Melalui Sekretaris Kampung Banjar Ausoy, Agus Nurudin, yang menyampaikan pernyataan resmi atas nama Kepala Kampung Sudirman saat ditemui di kantor pemerintahan kampung, Senin (4/5/2026).

Menurut data yang disampaikan, pada tahun 2025 lalu total anggaran yang diterima kampung ini mencapai Rp2,5 miliar. Rinciannya, dana dari pemerintah pusat sebesar Rp1,2 miliar, sedangkan alokasi pendamping dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mencapai Rp1,3 miliar.

Berbanding terbalik dengan tahun ini, di mana dana dari pemerintah pusat hanya tersisa Rp373 juta, sedangkan bantuan dari pemerintah kabupaten berkurang menjadi Rp600 juta. Secara keseluruhan, anggaran kampung tahun 2026 hanya sekitar Rp973 juta atau menyusut lebih dari 60 persen dibanding periode sebelumnya.

“Dana tetap disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku, namun kebijakan efisiensi membuat jumlah yang kami terima jauh berkurang. Penurunan ini tentunya berdampak langsung pada rencana pembangunan yang telah kami susun sebelumnya,” ujar Agus.

SERASI dalam Tata Kelola, Teluk Bintuni Optimis Hasilkan Keuangan Daerah Transparan dan Akuntabel

Kondisi tersebut membuat pemerintah kampung harus menata ulang skala prioritas program. Seluruh rencana pembangunan kini dikaji ulang dan hanya program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang akan dijalankan, dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang terbatas.

“Kami harus lebih cermat dan selektif. Tidak semua program bisa dijalankan seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap rupiah yang digunakan harus benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya juga berharap pemerintah pusat dan daerah tetap memberikan perhatian khusus, mengingat pembangunan di tingkat kampung merupakan fondasi kemajuan wilayah secara keseluruhan.

Meski dihadapkan pada tantangan anggaran, pemerintah kampung menegaskan tetap berkomitmen menjalankan tugas dan fungsi secara transparan dan akuntabel. Salah satu penopang yang dimiliki saat ini adalah keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ausoy Mandiri.

Meskipun keuntungan yang dihasilkan belum besar, kontribusi BUMDes tersebut dinilai cukup membantu menutupi kebutuhan anggaran operasional pemerintahan kampung.

Dari Miskomunikasi Hingga Ketimpangan Kerja: Kisah 28 Pekerja yang Terancam Pulang Kampung

“Syukurlah keberadaan BUMDes sangat membantu kami dalam menjalankan roda pemerintahan. Hasil usahanya meski belum signifikan, tapi cukup meringankan beban anggaran yang terbatas saat ini,” pungkas Agus. (Wn).

Comment

Leave a Reply