Daerah
Home / Daerah / Wujudkan Teluk Bintuni SERASI, Bupati Yohanis Manibuy Tegaskan 5 Poin Penting Hasil Musrenbang

Wujudkan Teluk Bintuni SERASI, Bupati Yohanis Manibuy Tegaskan 5 Poin Penting Hasil Musrenbang

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy secara resmi menutup pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 April 2026, di Gedung Sasana Karya SP3 Manimeri, menghasilkan tiga fokus utama pembangunan daerah, yakni Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.

Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menegaskan bahwa hasil musyawarah ini menjadi landasan penting dalam merumuskan arah kebijakan yang terarah, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Musrenbang ini harus menjadi diskusi yang konstruktif, berbasis data, dan berorientasi solusi. Hasilnya harus mampu menjawab tantangan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Yohanis dalam sambutannya Jumat (24/4/2026).

Bupati Yohanis Manibuy juga menyampaikan lima poin pedoman utama untuk memperkuat kolaborasi dan sinergitas antarinstansi maupun pemangku kepentingan.

Pertama, seluruh perangkat daerah wajib menjadikan hasil Musrenbang sebagai rujukan utama dalam penyusunan rencana kerja dan penganggaran. Setiap program harus konsisten dengan prioritas yang disepakati serta memiliki indikator kinerja yang jelas dan terukur.

Wakil Ketua Fraksi Otsus DPRP : Tekankan Musrenbang 2027 di Teluk Bintuni Harus Nyata Keberpihakan Pada Masyarakat Lokal

Kedua, implementasi program harus selaras dengan tema pembangunan tahun 2027, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri”. Yohanis menekankan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan semata, tetapi harus memberikan nilai tambah ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Fokus kita adalah pertumbuhan yang berkualitas, berkelanjutan, dan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Ketiga, diperlukan keterpaduan perencanaan lintas sektor untuk menghindari duplikasi kegiatan. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat. Optimalisasi investasi dan pengembangan industri harus didukung oleh peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur memadai, serta kemudahan perizinan.

Keempat, seluruh program yang dirumuskan harus selaras dengan Visi RPJMD 2025–2029, yaitu mewujudkan Teluk Bintuni yang Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif (SERASI). Setiap kebijakan diharapkan mencerminkan nilai keberpihakan kepada rakyat.

Kelima, Bupati menekankan pentingnya disiplin dalam perencanaan dan evaluasi. Monitoring harus dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi hambatan sejak dini, serta melakukan langkah korektif dengan cepat. Prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan merata di seluruh wilayah. (Wn).

Ketua MRPB : Otonomi Khusus Harus Berbasis Kebutuhan Masyarakat Adat,

Comment

Leave a Reply