Teluk Bintuni, Indikator news.co.id – Pakuwojo telah tumbuh dan hidup berdampingan dengan masyarakat luas di Kabupaten Teluk Bintuni selama bertahun-tahun. Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah ini, keberadaannya menjadi cerminan nyata dari semboyan negara Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
Makna persatuan dalam keberagaman itu terasa semakin hidup dan nyata saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Pakuwojo digelar, Sabtu (9/5/2026). Acara tersebut menghadirkan Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Teluk Bintuni, Yan Viktor Kamisopa, sebagai tamu kehormatan.
Kehadiran tokoh adat setempat ini bukan sekadar kehadiran seremonial. Undangan serta kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menyampaikan sambutan dan berbagi pandangan menjadi bukti bahwa keberagaman budaya, suku, dan adat istiadat di Teluk Bintuni tidak berfungsi sebagai pemisah, melainkan perekat kuat persatuan antarwarga.
Dalam sambutannya, Yan Viktor Kamisopa menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan dan kiprah Pakuwojo. Menurutnya, organisasi ini telah membuktikan bahwa masyarakat dari berbagai latar belakang budaya mampu hidup rukun, saling menghormati, dan berkontribusi bersama demi kemajuan daerah. Hal itu sejalan dengan jiwa Bhineka Tunggal Ika, di mana perbedaan yang ada justru menjadi kekayaan terbesar bagi daerah maupun bangsa.
“Keberadaan Pakuwojo serta hubungan baik yang terjalin antara organisasi ini dengan masyarakat asli Papua maupun kelompok masyarakat lainnya di sini adalah contoh terbaik bagaimana keberagaman dikelola menjadi kekuatan bersama. Inilah makna sesungguhnya dari persatuan yang selama ini kita cita-citakan,” ujar Yan Viktor.
Perayaan HUT ke-14 Pakuwojo ini semakin menegaskan satu hal: di Teluk Bintuni, kerukunan antarwarga tumbuh subur dan terjaga dengan baik. Perbedaan asal-usul maupun budaya tidak menjadi penghalang, melainkan jembatan untuk saling mengenal, bekerja sama, dan membangun daerah yang damai serta sejahtera secara bersama-sama. (Wn).






Comment