Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Paguyuban Kerukunan Wong Jowo (Pakuwojo) Kabupaten Teluk Bintuni yang berlangsung Sabtu (9/5/2026), menjadi momentum penting untuk merenungi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah ke depan. Di sela-sela kegiatan yang dirangkai dengan aksi donor darah tersebut, Sekretaris Karateker Pakuwojo, Wagiman, SE, menyampaikan sejumlah harapan besar demi kemajuan wadah pemersatu warga Jawa ini.
Bagi Wagiman, usia 14 tahun adalah bukti nyata bahwa Pakuwojo memiliki akar yang kuat di tengah masyarakat. Namun, menurutnya, kekuatan ini harus terus dipelihara dengan semangat persatuan, mengingat organisasi sempat mengalami dinamika yang cukup berat, termasuk dua kali kegagalan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) I pada tahun 2024 dan 2025 lalu.
“Harapan utama saya, pertama-tama kita semua sebagai keluarga besar Pakuwojo harus tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan. Tema kita tahun ini ‘Gugup Rukun Mbangun Karyo, Manunggal Ing Roso’, ini bukan sekadar kalimat, tapi harus menjadi jiwa kita semua. Apapun perbedaannya, mari kita satukan hati demi kepentingan organisasi dan masyarakat luas,” ujar Wagiman saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menegaskan, keberadaan Karateker sebagai kepengurusan sementara memiliki tugas mulia, yakni mengemban amanah memimpin hingga terbentuknya kepengurusan definitif melalui Musda. Oleh karena itu, seluruh elemen organisasi diminta memahami batasan dan fungsi masing-masing sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada konflik berkepanjangan.
“Karateker dibentuk untuk menyelesaikan masalah, bukan memperuncing perbedaan. Kami bekerja secara sukarela, tanpa ada kepentingan pribadi sedikit pun. Harapan kami, seluruh warga dan elemen organisasi dapat mendukung kinerja kepengurusan sementara ini, agar kita bisa segera melaksanakan Musda I yang sudah tertunda cukup lama, dalam waktu dekat ini,” tegasnya.
Menurut Wagiman, kegagalan pelaksanaan Musda pada dua kesempatan sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak. Kini, persiapan dilakukan lebih matang dengan mengedepankan musyawarah, kedewasaan sikap, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Ia berharap, Musda I yang akan datang nantinya bisa berjalan lancar, aman, dan menghasilkan keputusan terbaik yang diterima oleh semua pihak.
“Kita sudah belajar banyak dari pengalaman lalu. Kuncinya satu: singkirkan ego pribadi dan golongan. Pakuwojo didirikan sebagai rumah besar bersama, tempat kita bersilaturahmi dan berbuat kebaikan, salah satunya seperti kegiatan donor darah hari ini. Harapan saya, ke depannya Pakuwojo semakin dewasa, semakin bermanfaat, dan semakin dipercaya oleh masyarakat serta pemerintah daerah,” tambahnya.
Lebih jauh, Wagiman juga berharap sinergitas antaranggota, antarorganisasi kemasyarakatan, dan hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus dipererat. Ia meyakini, dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya Jawa, Pakuwojo akan semakin kokoh berdiri dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Perbedaan pendapat itu wajar, itu rahmat Tuhan. Namun, mari kita jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan, bukan pemicu perpecahan. Harapan saya, Pakuwojo tetap menjadi wadah yang damai, guyub rukun, dan terus berkarya untuk kemajuan bersama,” pungkas Wagiman, SE. (Wn)






Comment