Olahraga
Home / Hiburan / Olahraga / Panahan Tradisional Moskona Semarakkan HUT ke 23 Teluk Bintuni, Yasmin Yasir Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya

Panahan Tradisional Moskona Semarakkan HUT ke 23 Teluk Bintuni, Yasmin Yasir Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Perlombaan panahan tradisional khas Suku Moskona menjadi salah satu atraksi utama yang memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan yang diikuti masyarakat dari tujuh suku yang mendiami wilayah ini berlangsung meriah di lapangan Gedung Serbaguna GSG Bintuni dan menarik perhatian banyak warga. Kamis (28/5/2026).

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Bintuni, Yasman Yasir, hadir langsung dalam pembukaan kegiatan dan berbaur bersama para pemanah andalan dari kawasan Tanah Sisar Matiti. 

Dalam kesempatannya,  ia menegaskan bahwa tradisi ini wajib terus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas asli daerah, serta berpotensi dijadikan ikon pariwisata unggulan.

“Tradisi ini perlu dilestarikan, dan kalau bisa menjadi salah satu ikon Teluk Bintuni dalam menggiatkan pariwisata di daerah ini,” ujar Yasman.

Ia juga mengingatkan bahwa kekayaan budaya di wilayah tersebut tidak hanya milik satu kelompok saja, melainkan hasil warisan beragam suku yang hidup berdampingan di Tanah Sisar Matiti dengan berbagai keunikan dan tradisi masing-masing.

Teluk Bintuni Siap Sambut Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Besok

Yasman berharap perlombaan serupa dapat terus diadakan setiap kali ada perayaan daerah atau momen budaya penting. Bagi dia, nilai utama dari kegiatan ini bukanlah persaingan untuk menjadi juara, melainkan penghormatan terhadap cara hidup dan kearifan lokal nenek moyang.

“Soal siapa yang menjadi juara itu bukan nomor satu. Yang paling berharga adalah kita masih menghargai tradisi para orang tua terdahulu yang menggunakan panah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan berburu,” tegas politikus asli Teluk Bintuni itu.

Panahan tradisional Moskona menggunakan peralatan buatan tangan berupa busur dari rotan, tangkai dari bambu, serta mata panah yang dibuat dari besi yang diruncingkan atau kayu yang dibentuk khusus. 

Dahulu, peralatan ini merupakan alat utama masyarakat untuk berburu guna mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari. (Wn).

DPLH Teluk Bintuni Dorong Keseimbangan Pembangunan Ekonomi dan Kelestarian Ekologi

Comment

Leave a Reply