Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Pemerintah Kelurahan Bintuni Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, terus berkomitmen memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dilakukan meski pada hari Jumat umumnya terdapat penyesuaian jam kerja.
Lurah Bintuni Barat, Matelda Lince Manibuy, menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Pelayanan tetap dibuka setiap hari, termasuk hari Jumat.
“Kami tetap membuka pelayanan setiap hari, termasuk hari Jumat. Pelayanan dimulai pukul 09.00 pagi, dan khusus hari Jumat kami melayani hingga pukul 13.00 WIT,” ujar Matelda saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
Saat ini, Kelurahan Bintuni Barat didukung oleh 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas melayani masyarakat. Adapun jenis layanan yang paling banyak diminati antara lain pembuatan surat keterangan tidak mampu, surat domisili, hingga pengurusan dokumen administrasi untuk keperluan BPJS dan pensiun.
Matelda mencatat, dalam dua bulan terakhir permohonan surat keterangan tidak mampu meningkat cukup signifikan. Hal ini didorong oleh kebutuhan masyarakat dalam pengurusan BPJS Kesehatan.
“Permohonan surat keterangan tidak mampu meningkat cukup signifikan, terutama untuk kebutuhan pengurusan BPJS kesehatan. Ini menjadi layanan yang paling dominan kami tangani,” jelasnya.
Meskipun demikian, jumlah rata-rata pelayanan di wilayah ini relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan daerah lain, yakni kurang dari 50 permohonan per bulan, tergantung kebutuhan warga. Meski jumlahnya tidak besar, kualitas pelayanan tetap dijaga prima karena kelurahan merupakan garda terdepan administrasi pemerintahan.
Di sisi lain, pihaknya mengakui adanya kendala utama, yakni keterbatasan anggaran. Kondisi ini berdampak pada pengembangan fasilitas kantor dan pelaksanaan sejumlah program.
“Efisiensi anggaran sangat terasa. Kami harus menyesuaikan banyak hal, termasuk rencana pengembangan kantor dan program lainnya. Harapannya ke depan ada perhatian lebih agar fasilitas pelayanan bisa ditingkatkan,” ucapnya.
Akibat keterbatasan tersebut, beberapa program sempat ditunda pelaksanaannya, salah satunya adalah program koperasi yang dinilai belum memungkinkan berjalan optimal.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Matelda menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan seluruh kebutuhan administrasi warga dapat terpenuhi dengan baik.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kelurahan memiliki peran penting dalam pelayanan. Walaupun sederhana, tetapi pelayanan di sini sangat dibutuhkan dan langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Wn).






Comment