Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Hendry D Kapuangan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat. Sabtu, (2/5/2026).
Hal tersebut disampaikan Hendry dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Ia menjelaskan bahwa tema pendidikan tahun ini menekankan pentingnya partisipasi semua pihak, baik masyarakat, pemerintah, maupun tenaga pendidik dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Tema tahun ini menyoroti bagaimana kolaborasi seluruh elemen dapat mendorong terciptanya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata di semua wilayah,” ujarnya.
Hendry mengungkapkan, fondasi pendidikan di Teluk Bintuni telah dibangun sejak lama, khususnya sejak tahun 2005 di masa kepemimpinan Bupati Alfons Manibuy, yang telah menggagas program pendidikan gratis mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
Program tersebut kemudian terus berlanjut dan diperkuat oleh pemerintahan berikutnya.
Melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020 tentang Bantuan Operasional Pendidikan, pemerintah daerah menetapkan skema pembagian wilayah pendidikan menjadi empat kategori, yakni wilayah kota, pinggiran, terpencil, dan terisolir.
“Pembagian kategori wilayah ini menjadi dasar dalam perencanaan dan penganggaran, sehingga program pendidikan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Teluk Bintuni baru-baru ini telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penetapan kategori wilayah pendidikan tersebut. Selain itu, Bupati juga menandatangani SK kenaikan anggaran Bantuan Operasional Pendidikan berdasarkan kategori wilayah maupun SK Kenaikan pangkat bagi para tenaga guru.
“Ini langkah cepat dan strategis dari Bupati. Dengan adanya kenaikan BOP, khususnya di tahun ajaran baru, diharapkan kualitas pendidikan semakin meningkat,” katanya.
Tidak hanya dari sisi kebijakan dan anggaran, capaian prestasi siswa Teluk Bintuni juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, siswa Teluk Bintuni berhasil meraih juara dua tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) kategori afirmasi.
Selain itu, pada tahun yang sama, pemerintah daerah kembali mengirim dua siswa untuk mengikuti OSN di tingkat nasional di Jakarta melalui sistem pendaftaran daring, bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Mengajar.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, anak-anak kita mampu bersaing di tingkat nasional,” tambah Hendry.
Ia berharap ke depan, dengan konsistensi pemerintah dalam meningkatkan anggaran dan kebijakan pendidikan, serta dukungan semua pihak, kualitas pendidikan di Teluk Bintuni akan semakin maju dan merata di seluruh wilayah.
“Pendidikan adalah kunci utama pembangunan daerah. Karena itu, kami terus berupaya agar tidak ada anak di Teluk Bintuni yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan yang layak,” tutupnya (Wn).






Comment