Religi
Home / Religi / Peringati Milad Islam di Papua, Ketua MUI Bintuni Gagas Roadmap Pendidikan 20 Tahun Menuju Generasi Emas Papua

Peringati Milad Islam di Papua, Ketua MUI Bintuni Gagas Roadmap Pendidikan 20 Tahun Menuju Generasi Emas Papua

Teluk BINTUNI, IndikatorNews.co.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Teluk Bintuni, Ustaz Rahman Urbun, menegaskan bahwa investasi terbesar dan paling krusial bagi masa depan Papua Barat bukanlah pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pembangunan kualitas manusianya.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Rahman Urbun saat di temui media ini momentum peringatan Milad Masuknya Islam di Tanah Papua, khususnya di Teluk Bintuni. Sabtu  (8/8/2026).

“Membangun gedung bisa selesai dalam beberapa tahun, tetapi membangun manusia membutuhkan waktu puluhan tahun. Karena itu, pendidikan adalah investasi peradaban,” ujar Ustaz Rahman Urbun.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ketua MUI Teluk Bintuni mengusulkan sebuah gagasan besar berupa Roadmap Pendidikan Teluk Bintuni 20 Tahun. Menuju Generasi Emas Berakhlak dan Berwawasan Global. Roadmap ini dirancang dalam tiga tahapan strategis diantaranya,

Tahap Pertama (1–5 Tahun), menitipkan putra-putri terbaik Teluk Bintuni ke SMA-SMA unggulan di Indonesia yang memiliki kemitraan internasional (seperti dengan Jerman, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Australia, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat) guna mempelajari disiplin, kecerdasan buatan (AI), robotika, sains, hingga diplomasi.

Bupati Yohanis Manibuy Resmi Buka Ajang Seni Budaya Katolik Papua Barat 2026: Pesta Iman yang Menjadi Pesta Persaudaraan Seluruh Masyarakat

Tahap Kedua (5–10 Tahun), mendirikan Sekolah Unggulan Nasional di Teluk Bintuni di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, lengkap dengan fasilitas laboratorium AI, asrama karakter, dan guru tamu asing.

Tahap Ketiga (10–20 Tahun), mewujudkan Teluk Bintuni sebagai Kota Pendidikan Internasional di Tanah Papua, di mana anak-anak dari seluruh penjuru Papua datang untuk belajar di Bintuni.

“Kita tidak boleh hanya melahirkan anak-anak hebat yang membangun negeri orang, sementara kampung halamannya sendiri kekurangan pemimpin. Mereka harus pulang untuk membangun dan mengabdi di Tanah Sisar Matiti,” tegasnya.

Lanjut Ustaz Rahman secara khusus pihaknya menyoroti pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Menurutnya, Dana Otsus adalah amanah besar negara yang harus dialokasikan secara strategis untuk program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Beberapa sektor prioritas yang ia usulkan untuk dibiayai oleh Dana Otsus meliputi pemberian beasiswa dari jenjang SD hingga program Doktor (S3), pembangunan pesantren modern, pelatihan guru, penyediaan laboratorium digital, hingga program pembinaan talenta muda dan pendidikan karakter moderasi beragama.

Pekan Seni Budaya Katolik Papua Barat 2026 Resmi Dibuka di Teluk Bintuni, Diikuti 817 Peserta

“Sejarah mengajarkan bahwa daerah yang kaya sumber daya alam, seperti hutan, laut, gas alam, dan minyak bumi yang melimpah di Teluk Bintuni ini, belum tentu masyarakatnya ikut sejahtera jika kualitas manusianya tidak disiapkan,” tambahnya.

Di awal penyampaiannya, Ustaz Rahman juga merefleksikan nilai-nilai sejarah masuknya Islam di Tanah Papua. Ia mengingatkan kembali bahwa para pendahulu dan pendakwah terdahulu membawa ajaran Islam ke Papua dengan pendekatan yang damai, penuh kasih sayang, berakhlak, dan menghormati adat budaya setempat.

“Islam tumbuh berdampingan dengan adat, menghormati budaya, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Inilah warisan terbesar yang harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Peringatan Milad ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum titik tolak bagi seluruh pemangku kepentingan mulai dari Pemprov Papua Barat, Pemkab Teluk Bintuni, DPRK, tokoh adat, hingga perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah tersebut untuk bersinergi melakukan investasi lintas generasi di bidang pendidikan. (Wn).

Tanda Tangan Prasasti dan Gunting Pita, Sebagai Tanda Awal Diresmikan Gereja GPDI EL ELYON

Comment

Leave a Reply