Daerah Lingkungan
Home / Lingkungan / Warga Sebyar Keluhkan Listrik Padam di Atas Tanah Akan Kaya Gas Dan Minyak Bumi.

Warga Sebyar Keluhkan Listrik Padam di Atas Tanah Akan Kaya Gas Dan Minyak Bumi.

TELUK BINTUNI, IndikatorNews.co.id — Pemadaman listrik yang terus berulang di sejumlah wilayah Distrik Sebyar, Kabupaten Teluk Bintuni, memicu geramnya masyarakat. Keluhan kini viral di berbagai grup WhatsApp, dengan warga mempertanyakan pasokan BBM solar untuk mesin pembangkit serta sulitnya menghubungi pihak kontraktor penyedia BBM.

Sebuah catatan suara (voice note) yang beredar luas dan disebut disampaikan Arnol Hindom, menyoroti sosok yang disebut sebagai Agus, kontraktor penyedia BBM. Dalam rekaman tersebut, warga mengeluh sulit menghubungi pihak terkait karena teleponnya dimatikan, padahal kondisi listrik terus menyala-mati.

“Ada yang kenal Pak Agus kontraktor BBM ini keknya de trajelas ini, tolong untuk cari tau diya dulu. Lampu di Kitong punya Distrik ini menyala mati, baru hubungi diya juga susah sekali karena diya kasi mati HP”. Bunyi catatan pesan suara tersebut.

Persoalan kelangkaan BBM untuk operasional pembangkit listrik bukan kali pertama terjadi. Warga wilayah pegunungan Moskona juga dilaporkan menghadapi masalah serupa beberapa minggu lalu.

Yang menjadi sorotan tajam adalah informasi bahwa pengelolaan operasional kelistrikan, termasuk penyediaan BBM solar melalui UPT Kelistrikan di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Teluk Bintuni, memiliki anggaran yang sangat besar, bahkan disebut mendekati Rp50 miliar per tahun.

Agus Yusufi : 10 Ton BBM Untuk Tomu dan Sebyar Sudah Diterima, Listrik Harusnya Menyala Hingga 20 September  

Sejumlah pertanyaan krusial pun muncul di tengah masyarakat, berapa sebenarnya anggaran untuk BBM kelistrikan? Berapa kebutuhan solar tiap distrik? Siapa kontraktor resminya? Bagaimana mekanisme distribusinya? Dan berapa jumlah yang dikirim serta diterima di tiap wilayah?

Hingga berita ini ditayangkan, pihak yang disebut sebagai kontraktor, Agus, belum memberikan klarifikasi yang transparan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan sejak pada Jumat (4/9/2026) belum mendapatkan tanggapan.

Listrik bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang menyangkut ekonomi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Publik berhak mendapatkan penjelasan yang jelas ke mana pasokan BBM itu sebenarnya pergi. (Wn).

Comment

Leave a Reply