Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Teluk Bintuni, Syamsul Inai, mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bukan sekadar upacara dan perayaan, melainkan momen nyata mewujudkan hakekat kemerdekaan yang sejalan dengan kelima sila Pancasila, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali.
Menurutnya Kemerdekaan yang diraih dengan tetesan darah dan air mata para pahlawan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan bebas dari kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, dan perpecahan.
“Kita akan merayakan usia ke-81 tahun bangsa ini. Pertanyaannya, apakah sila-sila Pancasila sudah hidup dan terasa nyata bagi saudara kita di pedalaman, nelayan di pesisir, petani, pemuda, hingga seluruh umat beragama dan pemeluk adat di Teluk Bintuni dan Papua Barat?” ujarnya. Saat di temui media ini, Selasa (11/8/2026).
Dikatakan Syamsul Inai pada Sila Pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemerdekaan sejati dimulai dari kebebasan beribadah dan saling menghormati. Setiap warga, tanpa memandang agama dan kepercayaannya, berhak menjalankan ibadah dengan tenang serta bersinergi membangun daerah. Tidak boleh ada diskriminasi atas nama keyakinan.
Sedangkan pada sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Syamsul Inai menjelaskan pembangunan harus menyentuh semua lapisan. Anak sekolah di desa terpencil, penyandang disabilitas, hingga masyarakat adat berhak mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan yang sama. Kemerdekaan tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang.
Kemudian pada sila ketiga, Persatuan Indonesia. Teluk Bintuni dan Papua Barat, rumah bagi beragam suku dan budaya. Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan perpecahan. “Mari kita bersatu tanpa memandang asal daerah, demi kemajuan bersama, sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Pada sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kemerdekaan juga berarti setiap aspirasi masyarakat didengar. Kebijakan yang diambil harus menjawab kebutuhan rakyat, bukan sekadar kepentingan kelompok. Ruang berpendapat harus dijaga demi kemajuan bersama.
Ssementata sila kelima, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Syamsul Inai memaparkan, kesejahteraan harus dibagikan secara berkeadilan. Kemajuan pembangunan tidak boleh meninggalkan masyarakat asli daerah, dan kesempatan untuk maju terbuka lebar bagi siapa saja yang berusaha.
Syamsul Inai berharap momentum HUT RI ke-81 menjadi titik balik bagi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, dan seluruh masyarakat untuk bersinergi mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
“Mari buktikan warisan kemerdekaan ini kita rawat dengan perbuatan nyata, demi Teluk Bintuni yang lebih baik dan Indonesia yang jaya,” pungkasnya. (Wn).






Comment