TELUK BINTUNI, IndikatorNews.co.id – Kekeringan yang melanda wilayah Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, telah berlangsung hampir tiga bulan. Cuaca panas dan minimnya curah hujan mulai melahirkan dua persoalan serius: tingginya risiko kebakaran lahan serta kesulitan masyarakat memperoleh air bersih.
Kepala Kampung Irarutu III, Distrik Babo, Muhafam Fiawe, mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan maupun membuang puntung rokok secara sembarangan. Hal ia sampaikan saat diwawancarai, Rabu (12/8/2026).
“Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Di wilayah Babo ini banyak rumput ilalang yang mudah terbakar,” tegasnya.
Muhafam yang juga dikenal sebagai pemilik hak ulayat atau petuanan Babo menjelaskan, udara panas dan tanah yang kering membuat vegetasi seperti rumput ilalang menjadi sangat rentan terbakar. Satu percikan api saja bisa memicu kebakaran yang meluas dengan cepat.
Tidak sekadar ancaman kebakaran, kekeringan berkepanjangan ini juga menyusutkan persediaan air bersih. Warga kini terpaksa berjuang mencari sumber air di berbagai tempat.
“Sekarang masyarakat mengambil air di kantor Danramil,” ungkapnya.
Muhafam yang mulai menjabat sejak 2024 berharap seluruh lapisan masyarakat bersatu menjaga lingkungan dan tetap waspada selama cuaca panas masih berlangsung. Ia mengingatkan agar setiap aktivitas yang berpotensi memicu api dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pihak terkait. Jika berlanjut, kekeringan tidak hanya mengancam kerusakan lingkungan, tetapi juga semakin menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar warga terutama air bersih yang layak pakai. (Wn).






Comment