Sosial
Home / Sosial / Masyarakat Adat Sebyar Tomu Minta Rumah Sosial Perusahaan Sesuai Kesepakatan Amdal dan Kebutuhan Warga

Masyarakat Adat Sebyar Tomu Minta Rumah Sosial Perusahaan Sesuai Kesepakatan Amdal dan Kebutuhan Warga

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat Sebyar Distrik Tomu, Laode Inai, menegaskan bahwa program pembangunan rumah sosial yang digagas oleh BP Tangguh merupakan kegiatan yang telah lama ditunggu-tunggu oleh warga di wilayahnya. Pihaknya berharap realisasi program tersebut dapat berjalan tepat sasaran dan memenuhi harapan seluruh masyarakat adat setempat sebagai penerima manfaat utama.

Menurut Laode Inai, pembangunan tersebut harus dilaksanakan berlandaskan kebutuhan nyata warga masyarakat adat di distrik masing-masing, serta sepenuhnya mengacu pada kesepakatan yang tertuang dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini penting dilakukan agar fasilitas yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik, berkelanjutan, dan tidak menimbulkan ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya maupun lingkungan di wilayah adat tersebut.

“Kami minta konstruksi bangunan menggunakan rangka kawat beton sebagai struktur utamanya. Untuk bahan dinding, penentuan jenisnya kami serahkan pada pertimbangan dan kesiapan pihak perusahaan pelaksana. Namun, khusus untuk wilayah Distrik Weriagar, warga secara bersama-sama menyampaikan keinginan agar dinding rumah terbuat dari papan kayu, sedangkan tiang penyangga dan tungku menggunakan bahan kombinasi kayu dan besi,” ujar Laode Inai saat ditemui awak media di Teluk Bintuni, Minggu (10/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa permintaan tersebut disampaikan karena menyesuaikan dengan kebiasaan hidup, ketersediaan bahan baku lokal, serta kenyamanan yang dibutuhkan warga dalam menempati hunian tersebut. Pihak Lembaga Masyarakat Adat Sebyar berkomitmen untuk mengawasi setiap tahap pelaksanaan pembangunan, guna memastikan seluruh kesepakatan dan permintaan warga terpenuhi sepenuhnya.

Selain itu, Laode berharap adanya komunikasi yang terbuka dan intens antara pihak BP Tangguh, pelaksana proyek, dan perwakilan masyarakat adat selama proses pembangunan berlangsung. Hal ini bertujuan agar setiap kendala atau hal yang perlu disesuaikan dapat segera diselesaikan, sehingga pembangunan rumah sosial ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat adat di Distrik Tomu dan wilayah sekitarnya. (Wn).

Dinamika Organisasi Adalah Keniscayaan, Syamsul Huda : Sikapi dengan Hati dan Tanpa Ngedepankan Kepentingan Pribadi atau Golongan

Comment

Leave a Reply