Daerah
Home / Daerah / Rasa Warisan Leluhur: Kuliner Kuri dan Sough Warnai HUT ke-23 Teluk Bintuni

Rasa Warisan Leluhur: Kuliner Kuri dan Sough Warnai HUT ke-23 Teluk Bintuni

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Puncak perayaan HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni bukan hanya soal syukur atas kemajuan daerah, tetapi juga menjadi panggung berharga untuk merawat dan menampilkan kekayaan budaya. Di antara tujuh suku yang ikut serta, sajian kuliner khas Suku Kuri dan Suku Sough menjadi daya tarik utama yang memadukan hasil alam dan resep turun-temurun. Selasa (9/6/2026).

Berlokasi di area stan kuliner, para mama-mama dari kedua suku menyajikan hidangan yang seluruh bahannya diambil langsung dari pesisir dan hutan mangrove setempat. Dari Suku Kuri tersaji ikan air payau segar, kerang bia, tambelo, serta sayur daun keladi yang diolah secara tradisional.

Sementara di stan sebelah, Suku Sough menawarkan keunikan lain, olahan buah merah, keladi tumbuk berbumbu, hingga sayur daun pepaya yang diracik dengan sentuhan rempah sederhana khas daerah.

Kepala Suku Kuri, Frengki Tatuta, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan ini. Baginya, stan kuliner ini lebih dari sekadar tempat memperkenalkan kuliner makanan khas Papua.

“Ini adalah wujud pelestarian identitas budaya. Kami sangat berterima kasih bisa memperkenalkan kuliner asli warisan leluhur. Semua bahan alami, diolah dengan cara yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya .

Tari Kontemporer Khas Papua Semarakkan Puncak HUT ke-23 Teluk Bintuni

Ia berharap sajian khas ini semakin dikenal luas, dilestarikan oleh generasi muda, dan kelak menjadi daya tarik wisata kuliner andalan Teluk Bintuni.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Sough, Herman Iba, menjelaskan bahwa setiap hidangan mencerminkan kearifan lokal memanfaatkan alam. “Kami mengolah apa yang disediakan alam, dipadukan dengan bumbu sederhana agar cita rasa aslinya tetap terjaga,” ungkapnya.

Perayaan HUT ke 23 tahun ini membuktikan bahwa kuliner tradisional juga merupakan jembatan memperkenalkan jati diri, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Wn).

Comment

Leave a Reply