Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimaknai sebagai momen penting untuk mengingatkan kembali tanggung jawab bersama membangun generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, jujur, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong. Hal ini ditegaskan Rektor Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU), Tri Wahyuni, saat menyampaikan pandangannya terkait peringatan hari bersejarah tersebut.
Menurut Tri Wahyuni, nilai-nilai luhur Pancasila harus diwujudkan secara nyata dan konsisten, salah satunya melalui dunia pendidikan. Sebagai garda terdepan pencetak sumber daya manusia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar melahirkan lulusan yang berintegritas, menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta bebas dari praktik tidak etis seperti plagiasi.
“Kita harus mampu meluluskan peserta didik yang berkarakter, jujur, dan anti plagiasi. Pendidikan tidak hanya menghasilkan orang pintar, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki moral dan tanggung jawab,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan peran kampus tidak berhenti pada proses belajar mengajar semata. Melalui riset dan pengabdian masyarakat, perguruan tinggi wajib memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga. “Melalui penelitian, kita berkontribusi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Lewat pengabdian, kita terus menghidupkan semangat gotong royong agar masyarakat berperan aktif dalam pembangunan,” tambahnya.
Tri Wahyuni juga menegaskan komitmen UNIMUTU mendorong kemajuan desa melalui sektor pendidikan. Sejak berdiri, kampus ini memiliki cita-cita besar menjadikan Teluk Bintuni sebagai kota pendidikan yang melahirkan anak bangsa cerdas, jujur, dan kompeten.
Visi ini sejalan dengan perhatian serius pemerintah pusat terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni. Dukungan itu terlihat dari kehadiran tokoh pendidikan nasional dalam agenda kampus, seperti saat peresmian UNIMUTU yang dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, hingga kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti pada 29 Mei lalu.
“Kehadiran pejabat tinggi negara ini adalah bukti nyata perhatian luar biasa pemerintah pusat terhadap perkembangan pendidikan di Teluk Bintuni,” ungkap Tri Wahyuni.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan untuk bersatu mewujudkan cita-cita besar tersebut. “Mari bergotong royong menjadikan Teluk Bintuni sebagai kota pendidikan yang aman, nyaman, dan menjadi rujukan utama pendidikan di Papua Barat. Dari sini, harus lahir generasi berkualitas, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. (Wn).





Comment