Pendidikan
Home / Pendidikan / Keterbatasan Bukan Halangan, Sekolah di Daerah Pasca Konflik Teluk Bintuni Tetap Aktif

Keterbatasan Bukan Halangan, Sekolah di Daerah Pasca Konflik Teluk Bintuni Tetap Aktif

Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id– Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, melakukan peninjauan dan evaluasi langsung terhadap pelaksanaan pendidikan di wilayah yang terdampak konflik, yaitu di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, Sabtu (25/4).

 

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik meskipun di tengah situasi yang sulit. Dalam kunjungannya, Henry meninjau lokasi proses belajar mengajar yang saat ini menggunakan fasilitas sementara, serta berdialog langsung dengan para kepala sekolah dan guru untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

 

Beberapa tantangan yang terungkap antara lain keterbatasan sarana dan prasarana pendukung serta kondisi lingkungan belajar yang belum ideal. Selain itu, tenaga pendidik dan peserta didik juga menghadapi berbagai hambatan akibat situasi konflik yang terjadi.

TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bintuni Peringati Hari Kartini dengan Semangat Kebinekaan

 

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Henry menegaskan bahwa secara umum seluruh kegiatan pendidikan di wilayah tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia mengapresiasi dedikasi para pendidik yang tetap menjalankan tugasnya dengan baik.

 

“Secara keseluruhan pelayanan pendidikan tetap berjalan seperti biasa. Guru-guru tetap mengajar, kepala sekolah tetap menjalankan tugasnya, dan anak-anak pun tetap antusias mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

 

Senja Di Pantai Petrus Kafiar : Ketenangan Di Tengah Gempita Pendidikan

Ia juga menyatakan bahwa koordinasi antar seluruh pihak di lingkungan sekolah terus diperkuat agar stabilitas pelaksanaan pendidikan dapat tetap terjaga.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Satap Moyeba, Supardi, S.Pd., membantah informasi yang menyebutkan bahwa proses belajar mengajar di wilayah tersebut terhenti atau tidak berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan tetap dilaksanakan meskipun dengan segala keterbatasan yang ada.

 

“Informasi tersebut tidak benar. Kami terus berkoordinasi dan memastikan setiap proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai kemampuan yang kami miliki,” tegasnya.

MRPB Kunjungi Disdikpora Teluk Bintuni, Kawal Penyerapan Dana Otsus demi Pendidikan Masyarakat Asli Papua  

 

Menurut Supardi, keberlangsungan pendidikan di daerah tersebut tidak lepas dari dukungan serta arahan dari pimpinan daerah, yakni Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, SE., MH, Wakil Bupati Joko Lingara, serta jajaran Dinas Pendidikan.

 

“Berkat arahan dan dukungan yang diberikan, kami tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak,” tambahnya.

 

Hal senada disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Moyeba, Mesias Orocomna. Ia menjelaskan bahwa sebagian kegiatan pembelajaran saat ini dilaksanakan di lokasi pengungsian di Bintuni, namun tetap berjalan dengan teratur.

 

“Meskipun berlangsung di tempat pengungsian, kami tetap menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab kami. Proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik hingga saat ini,” ungkapnya.

 

Kegiatan evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi setiap anak, tanpa terkecuali meskipun berada di wilayah yang terdampak konflik. Ke depannya, berbagai langkah strategis akan disusun dan dilaksanakan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah tersebut. (Wn).

Comment

Leave a Reply