Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat, Lamek Dowansiba, turun langsung ke Kabupaten Teluk Bintuni pada Sabtu (30/5/2026) untuk menyalurkan bantuan apresiasi permodalan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari target organisasi untuk menjangkau 300 pelaku usaha di seluruh wilayah Papua Barat.
Dalam tahap awal penyaluran di Teluk Bintuni, sebanyak 10 pelaku usaha menerima dukungan modal secara langsung dari Lamek. Jumlah penerima manfaat direncanakan akan terus ditingkatkan pada tahap-tahap berikutnya. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan, di mana total sudah ada 82 pelaku usaha yang terbantu dari target keseluruhan.
Menurut Lamek, yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Barat, penguatan sektor UMKM adalah strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang bagi generasi muda. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan dana, tetapi juga pembinaan, pengembangan jaringan bisnis, serta peningkatan kapasitas usaha agar pelaku lokal mampu naik kelas dan memiliki daya saing kuat.
“HIPMI ingin hadir sebagai mitra bagi para pelaku usaha, terutama mereka yang baru memulai atau ingin mengembangkan usahanya. Yang kami bangun bukan sekadar bantuan modal, tetapi juga semangat berwirausaha dan akses pasar yang lebih luas. Kami ingin UMKM menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Lamek saat kegiatan di Manggrove Cafe, Bintuni Timur.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Teluk Bintuni di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ayor Kosepa. Menurutnya, pengurus daerah dinilai konsisten berupaya mendorong ekonomi kerakyatan dan aktif menjalankan program organisasi. Lamek juga mendorong BPC setempat untuk memperkuat jejaring kemitraan, baik dengan dunia usaha maupun pemerintah daerah, demi membuka akses investasi dan pemasaran yang lebih baik.
Dukungan yang disalurkan mendapatkan tanggapan sangat positif dari para penerima manfaat. Salah satunya adalah Suryadi Kaitam, pelaku usaha penampungan ikan yang merupakan warga asli dari tujuh suku di Teluk Bintuni. Ia menyatakan perhatian dan bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran organisasi pengusaha muda dalam mendorong kemajuan usaha lokal.
“Bantuan ini bukan hal yang biasa bagi kami. Ini adalah bentuk kepercayaan dan dorongan semangat agar kami sebagai pengusaha asli daerah dapat terus serius mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas diri,” ungkap Suryadi dengan rasa syukur.
Kegiatan penyaluran bantuan ini juga dihadiri oleh Pengurus HIPMI Papua Barat Departemen Industri Pertahanan, Kimia, dan Farmasi, James Aisoki, Sekretaris Umum BPC HIPMI Teluk Bintuni Adrian Kairupan, serta sejumlah pengurus dan pelaku usaha setempat.
Lamek menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM harus berjalan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak. Program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha baru, memperkuat perekonomian lokal, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tanah Papua Barat. (Wn).






Comment