Fakfak, IndikatorNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terus berupaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sinergi strategis dengan organisasi pendidikan. Upaya konkret tersebut dilakukan melalui pertemuan antara Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., dengan tim Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, serta jajaran pimpinan daerah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Rumah Negara, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan penjaminan mutu pendidikan yang berbasis pada analisis kebutuhan objektif di lapangan. Berdasarkan data yang ada, Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SMA mencapai 119,85%. Angka tersebut mengindikasikan adanya tekanan terhadap kapasitas daya tampung sekolah.
Sementara itu, Angka Partisipasi Murni (APM) tercatat sebesar 67,56%. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan partisipasi anak usia sekolah dalam mengakses pendidikan formal. Oleh karena itu, intervensi melalui penambahan satuan pendidikan baru yang berkualitas dinilai sangat mendesak untuk dilakukan.
Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, dirancang program pendampingan yang mencakup penguatan tata kelola kelembagaan, sistem penjaminan mutu, serta inovasi pembelajaran berbasis nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Salah satu langkah strategis yang diproyeksikan adalah rencana pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah di Kabupaten Fakfak.
Keberadaan sekolah baru ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang tersedia.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif pengembangan pendidikan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah ini dapat menjadi katalisator dalam mewujudkan pembangunan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Fakfak. (Wn).







Comment