Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Pers sebagai salah satu pilar pembangunan, memegang peran strategis dalam membangun kepercayaan publik, terutama di tengah sistem demokrasi saat ini. Melalui pemberitaan yang edukatif, valid, dan berimbang, media massa memiliki kemampuan untuk membentuk dan mempengaruhi persepsi masyarakat secara luas.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti Kabupaten Teluk Bintuni, Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A., dalam diskusi Ngopi Darat yang dihadiri oleh para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Teluk Bintuni. Kegiatan berlangsung pada Kamis, (30/4/2026).
Menurut Akwan, kesehatan komunikasi merupakan pondasi utama pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab besar untuk menyebarkan informasi yang positif dan konstruktif. Hal ini hanya dapat diwujudkan jika insan pers menjunjung tinggi semangat solidaritas, independensi, dan kode etik jurnalistik, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dan tekanan di lapangan.
“Peran media di daerah harus mampu mendorong terciptanya ekosistem informasi yang edukatif, akurat, dan bertanggung jawab. Silaturahmi dan koordinasi seperti ini diharapkan semakin mempererat kolaborasi kita bersama dalam mengawal ruang demokrasi, serta mendampingi masyarakat dalam memperoleh keadilan,” ujar Akwan.
Dalam kesempatan yang sama, Akwan juga mengajak PWI sebagai organisasi mitra Dewan Pers di daerah untuk terus membuka ruang kerja sama. Salah satu caranya adalah dengan rutin menggelar forum diskusi seperti Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak dan sektor terkait. Melalui pendekatan ini, media dapat berperan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Ia juga meminta PWI Teluk Bintuni untuk aktif melakukan sosialisasi mengenai Undang-Undang Pers, regulasi teknologi informasi, serta Kode Etik Jurnalistik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengetahuan para wartawan, sehingga setiap tugas jurnalistik yang dijalankan di lapangan sesuai dengan standar profesionalisme.
Selain itu, ruang-ruang komunikasi yang terbuka juga dinilai penting untuk menciptakan hubungan harmonis antara pemerintah daerah, elemen masyarakat, dan insan pers. Kolaborasi yang sehat di antara ketiga unsur ini akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan daerah.
Akwan juga mendorong para wartawan untuk menyampaikan kritik dan saran yang membangun, serta memproduksi berita yang aktual dan objektif. Menurutnya, hal ini sangat bermanfaat untuk mencerahkan masyarakat sekaligus meminimalisir penyebaran disinformasi.
“Informasi yang akurat dan masukan yang konstruktif juga akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” tambahnya.
Di akhir penyampaian, Akwan berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, dapat membangun sinergi yang erat bersama media. Dengan kerja sama yang baik, peran pers di daerah akan semakin optimal dalam menciptakan ekosistem informasi publik yang konstruktif dan bermanfaat bagi kemajuan bersama. (Wn).






Comment