Teluk Bintuni, IndikatorNews.co.id – Masalah penularan HIV masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil di Papua Barat. Berbagai pihak menekankan bahwa penanganan yang efektif memerlukan pendekatan menyeluruh mulai dari peningkatan pengetahuan hingga kerja sama lintas sektor.
Everdina Yuliana Wanggai, S.KM., M.Si saat lawatannya di Teluk Bintuni (13/6/2026) menyampaikan, langkah paling efektif menekan penularan adalah penyebaran informasi yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan budaya setempat.
Menggunakan media yang menjangkau seluruh lapisan, siaran pers, pertemuan warga, hingga papan pengumuman. Melibatkan tokoh setempat sebagai penyampai pesan agar lebih dipercaya. Menjelaskan cara penularan, pencegahan, serta mitos yang keliru. Dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya kegiatan satu kali saja.
Everdina Yuliana Wanggai, juga menjelaskan, keterbatasan fasilitas sering menghambat warga memeriksakan diri atau mendapatkan pengobatan. Solusi yang dapat diterapkan.
Mengirim tim kesehatan keliling ke desa-desa secara terjadwal, menempatkan petugas terlatih di pos kesehatan setempat, menyederhanakan prosedur pendaftaran dan pelayanan, menyediakan sarana transportasi atau bantuan biaya bagi warga yang harus menuju pusat pelayanan, kemudian memastikan persediaan obat tetap terjaga tanpa putus.
Everdina Yuliana Wanggai menambahkan peran Tokoh adat, agama, maupun pemimpin desa memiliki pengaruh kuat untuk mengubah perilaku berisiko. Menyampaikan pesan pencegahan dalam pertemuan rutin. Memberikan contoh perilaku sehat di lingkungan sekitar. Membuka ruang diskusi terbuka agar warga tidak takut bertanya. Membantu mengubah pandangan yang keliru terkait penularan.
Menurutnya, banyak pengidap yang enggan untuk datang memeriksakan diri atau berobat karena takut dikucilkan. Langkah yang bisa diambil diantaranya, menyebarkan pesan bahwa HIV adalah masalah kesehatan, bukan aib. Menjamin kerahasiaan data pengidap secara ketat, melibatkan pengidap yang pulih untuk berbagi pengalaman, menetapkan aturan perlindungan bagi mereka yang hidup dengan HIV.
Penurunan angka penularan secara berkelanjutan tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Kerja sama yang dibutuhkan meliputi, Dinas kesehatan, sebagai penyedia layanan dan pengawasan.
Pemerintah desa, sebagai penyediaan tempat dan dukungan sosial, kemudian Lembaga pendidikan, sebagai penyebaran pengetahuan sejak dini, Organisasi masyarakat yang melakukan pendampingan langsung ke warga, terakhir menyusun rencana kerja bersama serta memantau hasilnya secara berkala.
Sebelum mengakhiri wawancara, Everdina Yuliana Wanggai menegaskan, keberhasilan menekan penularan HIV sangat bergantung pada keseriusan seluruh pihak. Semakin terbuka masyarakat dan semakin mudah akses layanan, semakin cepat angka penularan dapat ditekan hingga ke pelosok daerah. (Wn).






Comment